LAGI LAGI KEBOHONGAN PUBLIK


 

Ditengah gencarnya pemberitaan mengenai rekaman percakapan telpon antara Ayin dengan 2 petinggi Kejaksaan Agung, Untung Uji Santoso dan Kemas Rahman yang membuat banyak orang tercengang menggelengkan kepala, Kejaksaan Agung mengeluarkan press release dengan judul, Kejaksaan Agung telah mengembalikan Uang Negara yang di korupsi sebesar Rp.2.8Triliun, jumlah tersebut dikumpulkan dari dana yang di korupsi sejak 2007-July 2008 pernyataan ini disampaikan oleh Jampidsus Marwan Effendi. Membaca sepintas memang terkesan luar biasa kinerja aparat kejaksaan agung, namun jika diteliti secara rinci, sebagian besar dana merupakan pengembalian pinjaman nasabah bank mandiri kepada bank mandiri yaitu, PT. Lativi Media Karya Rp. 368m, PT, Oso Bali Cemerlang Rp.116m dan PT. Kiani Kertas US$ 234jt. ( total dalam rupiah Rp.2.660T). Kejaksaan agung meng claim bahwa jumlah tersebut merupakan pengembalian dana yang di korupsi, atau kata lain ketiga PT tersebut adalah koruptor. Padahal ketiga PT tersebut masih merupakan nasabah aktif di Bank Mandiri dan belum pernah didakwa dalam sidang pengadilan. Bagi masyarakat dan terutama kreditor lainnya informasi ini menyesatkan dan berdampak kepada kelangsungan hidup perusahaan.

Dari daftar rician dalam press release tersebut, pengembalian dana yang benar2 merupakan hasil korupsi tidak lebih dari Rp. 39,7milyar dan US$13jt, suatu jumlah yang masih jauh dari harapan masyarakat. Disinformasi yang merupakan kebohongan publik sering dilakukan oleh Kejaksaan Agung dalam upaya mendongkrak citra korps kejaksaan yang sudah demikian terpuruknya.Sama halnya ketika Timtas Tipikor dibubarkan pada bulan mei 2007, Ketua Timtas Tipikor kertika itu Hendarman Soepanji meyatakan bahwa Timtas Tipikor berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp.3.95T, padahal kenyataannya perkara yang ditangani dan disidangkan oleh Timtas Tipikor selama kurun waktu 2 thn adalah Dep Agama Rp.8,6m, Jamsostek 130m dan Dirut Pupuk Kaltim Rp.10m ( divonis bebas). Tidak ada satupun kasus big fish sesuai dengan instruksi SBY yang dapat diselesaikan, sehingga patut diduga bahwa angka Rp.3.95T tidak lebih merupakan window dressing ukuran keberhasilan Timtas Tipikor.

 

Jakarta Juni 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s