Bulan Bulanan Currency Traders


KOMPAS – Selasa, 23 Dec 1997

Redaksi Yth

BULAN-BULANAN “CURENCY TRADERS”

Kenaikan dollar terhadap rupiah sampai ke tingkat Rp 6.000 per

dollar tidak dapat dijelaskan dengan teori apa pun. Secara

fundamental ekonomi, keadaan sekarang tidak ada bedanya dengan pada

bulan Juni 1997.

Bahkan di antara negara ASEAN, Indonesia dapat dikatakan memiliki

fundamental yang terbaik sehingga beredar istilah di kalangan

bankers di Asia, the good, the bad and the ugly (sebuah film populer

di tahun 1970-an). Indonesia sebagai the good, Malaysia sebagai the

bad dan Thailand sebagai the ugly.

Kenaikan rupiah terhadap dollar dari Rp 2.450 menjadi Rp 3.500

merupakan adjustment process untuk mencari parity dengan kenaikan

dollar terhadap baht dan dollar Malaysia. Oleh kalangan perbankan dan

pengusaha hal ini dianggap wajar agar produk “Made in Indonesia”

tetap kompetitif dibanding negara tetangga.

Cara kerja pasar valuta asing tidak berbeda dengan cara kerja

pasar instrumen lainnya, yaitu mengikuti mekanisme supply and demand

dan merupakan zero sum game di mana ada pembeli dan penjual, dan

kalau ada pihak yang untung pasti ada pihak yang rugi.

Setelah mengamati pergerakan kurs dollar/rupiah dari Rp 3.000

sampai dengan Rp 6.000 dan proses terjadi dari hari ke hari, saya

berpendapat bahwa kenaikan kurs ini tidak riil dan merupakan

permainan dari para offshore dealers terutama di Singapura dan

Hongkong dengan memanfaatkan kondisi psikologis masyarakat yang

sensitif sehingga dapat menciptakan followers yang ikut-ikutan

membeli dollar.

Kalau kita teliti secara cermat kondisi pasar dollar/rupiah,

selama bulan Desember ini dapat dikatakan sepi atau dalam istilah

trading thin market. Dalam kondisi yang demikian taktik seorang

offshore dealer adalah melakukan fly price atau melempar harga di

kalangan mereka sendiri (cukup dengan konsorsium lima institusi)

sehingga harga bergerak.

Dapat dibayangkan bahwa hanya dengan pembelian satu juta dollar

AS dapat menggerakkan harga sampai 500 poin. Permainan melempar harga

di kalangan offshore dealers ini ternyata menciptakan followers yang

karena alasan panik atau apa pun alasannya, ya, menjadi pengikut

untuk percaya bahwa nilai dollar adalah demikian.

Harus diingat bahwa para offshore dealers ini adalah dealer-

dealer muda dengan ambisi untuk membuat untung sebesar-besarnya bagi

majikan. Dengan cara apa pun termasuk melempar harga semu ke pasar

dengan memanfaatkan sentimen pasar.

Alangkah ironisnya apabila pengusaha dan masyarakat Indonesia

menjadi followers dan menjadi bulan-bulanan para dealers, apalagi

sampai mengganggu stabilitas ekonomi kita.

Marilah kita ciptakan pasar sendiri dan mempertahankan rupiah

dengan percaya kepadanya. Kalau perlu kita fly price dollar/rupiah

sendiri, karena menurut hemat saya membeli dollar di atas Rp 4.000,

is just not worth it!!

Sama dengan membeli mobil Kijang dengan Rp 100 juta.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s